Kamis, 30 Mei 2019

Sejarah Penciptaan Nabi Adam Insan Pertama

Sepanjang sejarah makhluk yang berjulukan insan dimuka bumi dengan segala kisahnya,

ternyata masih banyak menjadi misteri.

Sosok Adam sebagai insan pertama dimuka bumi, menyimpan 1001 kisah.

Kisah ini mencoba menguak secuil misteri wacana penciptaan Nabi Adam, dan disajikan untuk anda sekalian.



ADAM dalam bahasa Ibrani = אָדָם , dalam bahasa arab = آدم berarti tanah, manusia, atau cokelat muda

hidup sekitar 5872-4942 SM

yakni dipercaya oleh agama-agama Samawi sebagai insan pertama, bersama dengan istrinya yang berjulukan Hawa.

Menurut Agama Samawi pula, merekalah orang renta dari semua insan yang ada di dunia.

Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama Islam, Yahudi, Kristen, maupun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik ini.



BAHWA BANGSA ATLANTIS ATAU PUN DINASTI RAMA BUKANLAH DARI RAS MANUSIA KETURUNAN ADAM 

DIALAH YG DI NAMAKAN 3 UMAT TERDAHULU SEBELUM NABI ADAM YAITU:

 Banul Jan, Banul Ban, Ijajil

DARI GOLONGAN JIN YG TERAKHIR MALAH BERBADAN DAN BERDARAH
 DARI GOLONGAN 3 UMAT TERDAHULU ITULAH BUMI INI PERNAH MENGALAMI 3X KIAMAT

mungkin dalam hati Kalian pernah terbesit pertanyaan Siapakah Makhluk Sebelum Adam?

Kalau berdasarkan kepercayaan Islam,


“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; “Sesungguhnya Aku hendak mengakibatkan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): “Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak mengakibatkan di bumi itu orang yang akan membuat peristiwa dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kau tidak mengetahuinya”



Sebelum nabi adam turun ke bumi diceritakan bahwa yang menempati bumi ini yakni bangsa jin yang dikelompokan menjadi abal jan dan banul jan dan dari 2 kelompok tersebut bertempur terus tidak pernah bersahabat, kemudian malaikat menanyakan kepada Allah apa akan membuat orang untuk mengakibatkan kholifah dibumi yang selalu yasfiquddima (pertumpahan darah), kesudahannya Allah memerintah yang berjulukan ‘azajil yang memimpin para malaikat jibril mikail izroil dan malaikat yang lainnya, untuk menaklukan abal jan dan janul jan dibumi ini, kemudian setelah ditaklukan kesudahannya Allah membuat nabi Adam, diantara ‘azajil, malaikat dan adam diberikan ilmu oleh Allah karena tujuannya untuk mengakibatkan kholifah dibumi, setelah diuji ternyata yang lulus dari ujian tersebut yakni nabi Adam kesudahannya semuanya diperintah Allah untuk sujud penghormatan kepada Adam “fasajaduu illa Iblis”,

kesudahannya semuanya sujud kecuali ‘azajil (bangsa Iblis) mereka sombong dan membangkang “aba wastakbaro”.



insan tidak diciptakan dibumi, tapi insan dijadikan khalifah di bumi, sebagai pengganti tentunya ada yang di ganti, alias Adam bukan makhluk pertama dibumi, dan Allah tidak menyampaikan untuk mengganti insan sebelumnya, tapi pengganti makhluk di bumi, yaitu abal jan dan banul jan, mereka itu yakni penghuni bumi sebelum manusia.

Bentuk basyariahnya tak jauh berbeda dengan manusia, maka anda bisa buktikan bahwa makhluk selain manusia, punya tubuh yang sama ibarat manusia, yaitu banul jan, anak turun Jin, juga banul ban anak turun dedemit, maka ketika bumi rusak oleh mereka, mereka diusir bahkan dibasmi oleh malaikat, hingga mereka berlari terbirit-birit dan mencari tempat yang jauh dari anak Adam.

Spoiler forKalau dari segi Archeology:

Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia. Mereka ibarat manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang lebih primitif. Otak mereka lebih kecil. Oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak bunyi vowel yang bisa mereka bunyikan. Kelompok ini dinamakan Neanderthal.

Kemudian datanglah insan Adam yang diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens. Menurut Wikipedia, Homosapiens mulai ada sekitar 200 ribu tahun lalu. Sedangkan Neonderthal ada sehingga 130 ribu tahun dulu, kemudian ia lenyap. Ada juga teori yang menyampaikan Neonderthal lenyap sebelum Homosapiens muncul. Tapi yang pasti, Homosapiens bukanlah evolusi dari Neanderthal. Neanderthal hanyalah makhluk seakan insan yang telah ada sebelum kita (manusia Homo sapiens) ada.

Mungkin tidak ada fakta konkrit dalam membicarakan isu ini. Kebanyakan teori berdasarkan sumber fosil. Namun yang paling penting mungkin sebagai bagi yang Muslim kita percaya ada makhluk sebelum Adam yang saling membunuh. Ada yang menyampaikan mereka yakni dari kaum jin. Ada juga yang menyampaikan bahwa ada 3 umat yang utama sebelum Adam. Dua diantaranya dari kaum jin. Sedangkan kaum yang ketiga yakni dari golongan yang berbeda dari Jin, karena mereka ini berdarah dan berdaging. Golongan ketiga ini yakni mereka yang dimaksudkan sebagai “man yufsidu feehaa wa yasfiku al-dimaa’: golongan yang membuat kerusakan dan menumpahkan darah” ibarat yang diulas oleh Malaikat di dalam ayat al-Quran 2: 30. Ini pendapat yang dilontarkan oleh Al-Maqdisi.

Sesungguhnya insan yang pertama kali di jadikan oleh Alahh SWT yakni ” ADAM AS “. Beliau di jadikan dari tanah yang di bentuk manusia, kemudian di tiupkan roh kepadanya lantas jadilah berupa insan ( berupa darah , daging , ruh )berupa Nabi Adam As.


SEBELUM NABI ADAM 

Sebelum Allah SWT mewujudkan Nabi Adam As ( insan pertama ) Allah SWT sudah mengakibatkan dua mahkluk yang cerdik , berupa :

1. Mahkluk yang berupa malaikat

2. Mahkluk yang berupa Banul-Jan/Iblis


Adapun asal mula peristiwa kedua mahkluk tersebut yakni :


Malaikat : di jadikan dari Nur ( cahaya ) yang suci yang berupa ruh dan nalar tidak ada syahwatnya. Kerena itu malaikta tidak makan , minum dan juga tidak beristri ( lain dengan insan ), hidup malaikta semata-mata hanya melaksanakan perintah Allah SWT, laiya tidak di laksanakan.

Banul-Jan : Dijadikan dari api. Berbentuk sebagai insan membutuhkan makan , minum dan beristri dan juga mempunyai keturunan yang banyak sekali.


 Adam hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760-2830 SM), sedangkan Hawa lahir ketika Adam berusia 130 tahun.

  Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah [2]:30-38 dan Al-A’raaf [7]:11-25.

Menurut pedoman agama Abrahamik, belum dewasa Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar, yaitu, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi perempuan.

Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya.


Menurut Ibnu Humayd, Ibnu Ishaq, dan Salamahanak-anak Adam adalah:

Qabil dan Iqlima,

Habil dan Labuda,

Sith dan Azura,

Ashut dan saudara perempuannya,

Ayad dan saudara perempuannya,

Balagh dan saudara perempuannya,

Athati dan saudara perempuannya,

Tawbah dan saudara perempuannya,

Darabi dan saudara perempuannya,

Hadaz dan saudara perempuannya,

Yahus dan saudara perempuannya,

Sandal dan saudara perempuannya,

dan Baraq dan saudara perempuannya.

Total keseluruhan anak Adam sejumlah 40.


WUJUD ADAM

Menurut Hadits Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Adam mempunyai postur tubuh dengan ketinggian 60 hasta (kurang lebih 27,432 meter).

 Hadits mengenai ini pula ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeda.


Sosok Adam digambarkan sangat beradab sekali, mempunyai ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba.

Ia berasal dari nirwana yang berperadaban maju.

Turun ke muka bumi bisa sebagai insan dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan jauh lebih cerdas dari peradaban insan hingga kapanpun, oleh karena itulah Allah menunjuknya sebagai Khalifah (pemimpin) di muka bumi.


 Dalam gambarannya ia yakni makhluk yang teramat cerdas, sangat dimuliakan oleh Allah, mempunyai kelebihan yang tepat dibandingkan makhluk yang lain sebelumnya dan diciptakan dalam bentuk yang terbaik.

Sesuai dengan Surah Al Israa' 70, yang berbunyi:

 ...dan sesungguhnya telah Kami muliakan belum dewasa Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang tepat atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (Al Israa' 17:70)


 Dalam surah At-Tiin ayat 4 yang berbunyi:

sesungguhnya Kami telah membuat insan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (At Tiin 95:4)


Menurut riwayat di dalam Al-Qur'an, ketika Nabi Adam as gres selesai diciptakan oleh Allah, seluruh malaikat bersujud kepadanya atas perintah Allah, karena kemuliaan dan kecerdasannya itu, menjadikannya makhluk yang punya derajat amat tinggi di tengah makhluk yang pernah ada.

Sama sekali berbeda jauh dari citra insan purba berdasarkan Charles Darwin, yang digambarkan berjalan dengan empat kaki dan menjadi makhluk purba berpakaian seadanya.


MAHLUK SEBELUM ADAM

 Mengenai penciptaan Adam sebagai khalifah di muka bumi diungkapkan dalam Al-Qur'an:

 “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat;

“Sesungguhnya Aku hendak mengakibatkan seorang khalifah di bumi”.

Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata):

“Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak mengakibatkan di bumi itu orang yang akan membuat peristiwa dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?”

Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kau tidak mengetahuinya.” (Al-Baqarah 30)



Menurut syariat Islam, Adam tidak diciptakan di Bumi, tetapi diturunkan dimuka bumi sebagai insan dan diangkat /ditunjuk Allah sebagai Khalifah (pemimpin/pengganti /penerus) di muka bumi atau sebagai makhluk pengganti yang tentunya ada makhluk lain yang di ganti, dengan kata lain yakni Adam 'bukanlah makhluk cerdik pertama' yang memimpin di Bumi.


Dalam Al-Quran disebutkan tiga jenis makhluk cerdik yang diciptakan Allah yaitu manusia, jin, dan malaikat.

Manusia dan Jin mempunyai tujuan penciptaan yang sama oleh karena itu sama-sama mempunyai nalar yang dinamis dan nafsu namun hidup pada dimensi yang berbeda.

Sedangkan malaikat hanya mempunyai nalar yang statis dan tidak mempunyai nafsu karena tujuan penciptaanya sebagai pesuruh Allah.

Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada makhluk cerdik lain selain ketiga makhluk ini.


Dari ayat Al-Baqarah 30, banyak mengundang pertanyaan, siapakah makhluk yang berbuat kerusakan yang dimaksud oleh malaikat pada ayat di atas.

Dalam Arkeologi, berdasarkan fosil yang ditemukan, memang ada makhluk lain sebelum manusia.

Mereka nyaris ibarat manusia, tetapi mempunyai karakteristik yang primitif  dan tidak berbudaya.

Volume otak mereka lebih kecil dari manusia, oleh karena itu, kemampuan mereka berbicara sangat terbatas karena tidak banyak bunyi vowel yang bisa mereka bunyikan.


Sebagai pola Phitecanthropus Erectusmemiliki volume otak sekitar 900 cc,

sementara Homo Sapiens mempunyai volume otak di atas 1000 cc (otak monyet maksimal sebesar 600 cc).

Maka dari itu bisa diambil kesimpulan bahwa sejak 20.000 tahun yang lalu, telah ada sosok makhluk yang mempunyai kemampuan nalar yang mendekati kemampuan berpikir insan pada zaman sebelum kedatangan Adam.


Surah Al Hijr ayat 27 berisi:

Dan Kami telah membuat jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al Hijr 15:27)


. Dari ayat ini, sebagian lain ulama beropini bahwa makhluk cerdik yang dimaksud tidak lain yakni Jin ibarat dalam kitab tafsir Ibnu Katsir mengatakan:

"Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan yakni Jin yang suka berbuat kerusuhan."


Menurut salah seorang perawi hadits yang berjulukan Thawus al-Yamani, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi yakni dari golongan jin.

Walaupun begitu pendapat ini masih diragukan karena insan dan jin hidup pada dimensi yang berbeda.

Sehingga mustahil insan menjadi pengganti bagi Jin.


PENCIPTAAN ADAM

Setelah Allah SWT membuat bumi, langit dan malaikat,  Allah SWT  berkehendak untuk membuat mahluk lain yang nantinya akan dipercaya menghuni, mengisi, serta memelihara bumi tempat tinggalnya.

Saat Allah SWT mengumumkan para malaikat akan kehendak-Nya untuk membuat manusia, mereka khawatir makhluk tersebut nantinya akan membangkang terhadap ketentuan-Nya dan melaksanakan kerusakan di muka bumi.

Berkatalah para malaikat kepada Allah SWT :

 Mengapa engkau hendak mengakibatkan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" (Q.S.Al-Baqarah :30)


Allah SWT kemudian berfirman untuk menghilangkan keraguan para malaikat-Nya :

 Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kau ketahui." (Q.S. Al-Baqarah :30)


Dalam Al Quran, Allah SWT menjelaskan penciptaan suatu makhluk dengan dua cara, dengan seketika atau eksklusif dan dengan proses bertahap. Proses penciptaan eksklusif contohnya yang berkaitan dengan mukjizat yaitu ular (dari tongkat nabi Musa as) dan unta betina nabi Shaleh as (yang keluar dari sebuah batu).

Penegasan penciptaan eksklusif ini disebutkan dalam Al Alquran surat Al Waqiah (56) ayat 35.




QS 56.35. “Sesungguhnya Kami membuat mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung”




Sedangkan proses penciptaan sedikit demi sedikit yakni ibarat penciptaan nabi Adam as.

Proses atau metode terciptanya nabi Adam as disebutkan dalam satu ayat dalam surat Nuh (71) ayat 17. Uniknya yakni ayat dalam surat Nuh ini berada dalam urutan terakhir (urutan ke-19) dari seluruh ayat yang menyebutkan wacana penciptaan nabi Adam as yang tersebar dalam Al Quran. Seolah-olah ayat ini merangkum seluruh proses penciptaan nabi Adam as yang disebutkan ayat-ayat sebelumnya.




QS 71.17. “Dan Allah menumbuhkan (anbata) kau dari bumi (ardh) dengan sebaik-baiknya (nabaatan)”




Kata nabaatan diterjemahkan ‘dengan sebaik-baiknya’. Menurut saya kata tersebut yakni akar kata nabati (tumbuhan) jadi seharusnya diterjemahkan ‘seperti tumbuhan’. Bagaimana cara tumbuhan tumbuh? Tentu dengan cara sedikit demi sedikit (perlahan/dengan proses). Begitu jugalah nabi Adam diciptakan. Kata anbata(menumbuhkan) sanggup diartikan menghadirkan atau membuat dengan suatu proses yang bertahap.



Penciptaan

Dalam Al Alquran disebutkan bahwa insan yang ketika ini ada yakni keturunan dari Adam as.

Manusia disebutkan berasal dari saripati tanah, artinya insan berkembang dari saripati Adam as yang notabene diciptakan dari tanah.

Saripati tanah = saripati Adam as, artinya disini dari air mani nabi Adam as-lah seluruh insan dimasa ini berasal.

Ayat-ayat Al Alquran yang menjelaskan penciptaan nabi Adam as secara berurutan dari awal hingga tamat yakni sebagai berikut (berjumlah 14 ayat):


1. QS 3.59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, yakni ibarat (penciptaan) Adam. Allahmenciptakan Adam dari tanah (turaab), kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.


2. QS 6.2. Dialah Yang membuat kau dari tanah (thiyn), sehabis itu ditentukannya ajal……


3. QS 7.12. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah (thiyn)".


4. QS 15.26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakanmanusia (Adam) dari tanah liat kering (shalshal) darilumpur hitam (hamaain) yang diberi bentuk.


5. QS 15.28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akanmenciptakan seorang insan dari tanah liat kering(shalshal) dari lumpur hitam (hamaain) yang diberi bentuk,


6.  QS 15.33. Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada insan yang Engkau telah menciptakannya daritanah liat kering (shalshal) dari lumpur hitam (hamaain) yang diberi bentuk"

 7. QS 17.61. …..mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah saya akan sujud kepada orang yang Engkauciptakan dari tanah (thiyn)?" 

8. QS 18.37. ……"Apakah kau kafir kepada (Tuhan) yangmenciptakan kau dari tanah (turaab), kemudian dari setetes air mani…..”

9.   QS 20.55. …… Darinya (bumi/tanah(ardh)) itulah Kamimenciptakan kamu….. 

10. QS 22.5. ….Kami telah membuat kau dari tanah(turaab), kemudian dari setetes mani….. 

11. QS 23.12. ….Kami telah membuat insan dari suatu saripati (sulaatin) dari tanah (thiyn). 

12. QS 30.20. …Dia membuat kau dari tanah (turaab), kemudian tiba-tiba kau ……. 

13. QS 32.7. …. Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan insan dari tanah (thiyn). 

14. QS 35.11. Dan Allah membuat kau dari tanah(turaab) kemudian dari air mani…. 

15. QS 37.11. …… Sesungguhnya Kami telah menciptakanmereka dari tanah liat (thiynillaazib). 

16. QS 38.71. …. kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan membuat insan dari tanah (thiyn)" 

17. QS 38.76. ….. Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah (thiyn)". 

18. QS 40.67. Dialah yang membuat kau dari tanah(turaab) kemudian dari setetes mani… 

19. QS 53.32. ...Dia mengakibatkan kau dari tanah (ardh) dan ketika kau masih janin … 

20. QS 55.14. Dia membuat insan dari tanah kering(shalshal) ibarat tembikar (fakhkhaar)

21. QS 71.17. “Dan Allah menumbuhkan (anbata) kau daribumi (ardh) dengan sebaik-baiknya”



Berdasarkan uraian di atas sanggup diambil kesimpulan bahwa:

a. Penciptaan nabi Adam as dilakukan secara bertahap, ibarat tumbuhnya tumbuhan dari dalam bumi. Bertahap artinya berproses, tidak serta-merta “cling” ada dari ketiadaan.

b. Al Alquran sudah menyebutkan komposisi kimiawi tubuh insan dari zat-zat makro dan mikro antara lain :

1.    Thiyn sebagai simbol hydrogen (H)

2.    Turaab sebagai simbol oksigen (O)

3.    Hamaa-in sebagai simbol nitroten (N)

4.    Shalshal sebagai simbol karbon (C)

5.    Ardh dan Thiynillaazib sebagai simbol mineral-mineral mikro

Menurut banyak sekali literature, unsur yang paling banyak dalam tubuh insan yakni karbon, karena ketika insan maninggal unsur ini tetap bertahan. Namun sesungguhnya jikalau diperhatikan berat tubuh insan hidup didominasi oleh air yang mengandung unsur hidrogen dan oksigen.

c. Semua proses perubahan yakni dengan kehendak Allah SWT, sehingga dari unsur-unsur yang mati sanggup tercipta sebuah bentuk unsur yang hidup. Hal ini sanggup terjadi karena adanya factor ‘kehendak Allah SWT’, artinya jikalau proses ini dilakukan di laboratorium selama umur bumi pun, jikalau Allah SWT tidak menghendaki, tidak akan tercipta apapun, bahkan satu rantai molekul protein atau lemak yang sangat sederhana.

d. Manusia tidak akan sanggup memalsukan kerja Allah SWT. Mengubah dari bentuk turaab menjadi kulit, tanah, daging, dan darah yakni proses yang ilmunya hanya dimiliki oleh Allah SWT.

TEMPAT TINGGAL ADAM

Saat semua makhluk penghuni nirwana bersujud menyaksikan keagungan Allah SWT itu, hanya Iblis dari bangsa Jin yang membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah SWT  karena merasa dirinya lebih mulia, lebih utama, dan lebih agung dari Adam.
Hal itu disebabkan karena Iblis merasa diciptakan dari unsur api, sedangkan Adam hanyalah dari tanah dan lumpur.
Kebanggaan akan asal-usul menjadikannya sombong dan merasa enggan untuk bersujud menghormati Adam ibarat para makhluk nirwana yang lain.
Disebabkan oleh kesombongannya itulah, maka Allah SWT menghukum Iblis dengan mengusirnya dari nirwana dan mengeluarkannya dari barisan para malaikat disertai kutukan dan laknat yang akan menempel pada dirinya hingga tamat zaman kelak.

Disamping itu, ia telah dijamin sebagai penghuni neraka yang abadi.
Iblis dengan sombong mendapatkan eksekusi itu dan ia hanya memohon kepada Allah SWT untuk diberi kehidupan yang kekal hingga kiamat.
Allah SWT memperkenankan permohonannya itu.
Iblis mengancam akan menyesatkan Adam sehingga ia terusir dari surga.
Ia juga bersumpah akan membujuk anak cucunya dari segala arah untuk meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang sesat bersamanya.
Allah SWT kemudian berfirman bahwa setan tidak akan sanggup menyesatkan hamba-Nya yang beriman dengan sepenuh hati.

Allah  SWT hendak menghilangkan pandangan miring dari para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmah-Nya yang menyatakan Adam sebagai penguasa bumi,
maka Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda.

Para malaikat tidak sanggup menjawab firmanAllah SWT untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka dan mengakui ketidaksanggupan mereka dengan menyampaikan bahwa mereka tidak mengetahui sesuatupun kecuali apa yang diajarkan-Nya.
Adam kemudian diperintahkan oleh Allah SWT untuk memberitahukan nama-nama benda itu kepada para malaikat dan setelah diberitahu oleh Adam,
berfirmanlah Allah SWT kepada mereka bahwa hanya Allah SWT lah yang mengetahui diam-diam langit dan bumi serta mengetahui segala sesuatu yang nampak maupun tidak nampak.
Ini menunjukkan bahwa insan mempunyai nalar yang dinamis.
Sedangkan malaikat hanya mempunyai nalar yang statis sehingga hanya mengetahui hal-hal yang diajarkan eksklusif oleh Allah SWT saja.

Adam diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk tinggal di Surga dulu sebelum diturukan ke Bumi.
Allah SWT membuat seorang pasangan untuk mendampinginya.
Adam memberinya nama, Hawa.
Menurut kisah para ulama, Hawa diciptakan oleh Allah SWT dari salah satu tulang rusuk Adam sebelah kiri sewaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga, Hawa sudah berada di sampingnya.
Allah SWT berfirman kepada Adam:
Hai Adam, diamilah oleh kau dan isterimu syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kau sukai, dan janganlah kau dekati pohon ini, yang mengakibatkan kau termasuk orang-orang yang zalim." (Q.S. Al-Baqarah:35)

Sesuai dengan bahaya yang diucapkan ketika diusir oleh Allah SWT dari nirwana akhir pembangkangannya, Iblis mulai berencana untuk menyesatkan Adam dan Hawa yang hidup senang disurga yang tenteram dan tenang dengan menarik hati mereka untuk mendekati pohon yang dihentikan oleh Allah kepada mereka.

Iblis menipu mereka dengan menyampaikan bahwa mengapa Allah SWT melarang mereka memakan buah terlarang itu karena mereka akan hidup kekal ibarat Tuhan apabila memakannya.
Bujukan itu terus menerus diberikan kepada Adam dan Hawa sehingga kesudahannya mereka terbujuk dan memakan buah dari pohon terlarang tersebut.
Jadilah mereka melanggar ketentuan Allah SWTsehingga Dia menurunkan mereka ke bumi.
Allah SWT berfirman:
 Turunlah kamu! Sebahagian kau menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kau ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup hingga waktu yang ditentukan. (Q.S. Al-Baqarah:36)

Mendengar firman Allah SWT tersebut, sadarlah Adam dan Hawa bahwa mereka telah terbujuk oleh rayuan setan sehingga menerima dosa besar karenanya.
Mereka kemudian bertaubat kepada Allah SWT dan setelah taubat mereka diterima, Allah SWT berfirman:
Turunlah kau dari Syurga itu! Kemudian jikalau tiba petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, pasti tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Adam dan Hawa kemudian diturunkan ke Bumi dan mempelajari cara hidup gres yang berbeda jauh dengan keadaan hidup disurga.
Mereka harus menempuh kehidupan sementara dengan bermacam-macam suka dan sedih sambil terus menghasilkan keturunan yang beraneka ragam bentuknya.

Menurut kisah Adam diturunkan di Sri Lanka di puncak bukit Sri Pada dan Hawa diturunkan di Arabia.

 Mereka kesudahannya bertemu kembali di Jabal Rahmah di dekat Mekkah setelah 40 hari berpisah.
Setelah bersatu kembali, konon Adam dan Hawa menetap di Sri Lanka, karena berdasarkan kisah kawasan Sri Lanka nyaris ibarat dengan keadaan surga.
Di tempat ini ditemukan jejak kaki Adam yang berukuran raksasa.

Di bumi pasangan Adam dan Hawa bekerja keras menyebarkan keturunan.

Seperti itulah yg bisa saya sampaikan dan Jika Ada Kesalahan saya Mohon Maaf yang Sebesar - besarnya.

Terimakasih.

Previous
This Is The Oldest Page