Jumat, 21 Juni 2019

Hukum Menyambung Rambut dalam Agama Islam

Zaman semakin modern dan masyarakat ketika ini dituntut untuk mempunyai penampilan yang lebih baik, tak terkecuali dengan para wanita. Wanita ialah makhluk Allah yang diberi keindahan dan bahkan dijadikan sebagai salah satu cobaan dalam hidup, sebagaimana yang disebutkan dalam suatu hadits bahwa tiga godaan insan di dunia termasuk harta, tahta dan perempuan (baca tugas perempuan dalam islam dan kedudukan perempuan dalam islam). Hal ini lantaran wanita, kodratnya diberi anugerah kecantikan dan keindahan terutama organ tubuhnya. Wanita masa sekarang terutama perempuan karir (baca perempuan karir dalam pandangan islam dan aturan perempuan bekerja), tentunya sangat mengutamakan penampilannya dalam hal berbusana dan tidak terkecuali penampilan atau gaya rambutnya. (baca juga perempuan yang baik dalam islam dan perempuan yang baik untuk dinikahi)


Tidak sedikit perempuan yang beranggapan bahwa perempuan yang anggun ialah mereka yang mempunyai rambut yang panjang. Oleh lantaran itu ketika ini perempuan berusaha untuk memanjangkan rambutnya dan menjaganya supaya tetap indah. Untuk memanjangkan rambut memang membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi lantaran teknologi sudah semakin berkembang, para perempuan sanggup memanjangkan rambutnya hanya dalam beberapa jam dengan metode hair extension atau sambung rambut yang biasa tersedia di salon kecantikan. Lalu bagaimanakah islam memandang wacana menyambung rambut tersebut dan bagaimana hukumnya perempuan dalam islam yang menyambung rambutnya? simak klarifikasi berikut ini.

Definisi Sambung Rambut

Sambung rambut atau yang dikenal dengan hair extension ialah perbuatan memanjangkan rambut dengan cara menyambungnya dengan rambut orang lain maupun dengan rambut palsu yang terbuat dari materi sintesis atau buatan. Perilaku menyambung rambut ini sudah ada semenjak zaman Rasullulah meskipun caranya berbeda.

Pada zaman dahulu, para perempuan menyambung rambutny dan membuatnya terlihat panjang dengan menggunakan bulu. Menyambung rambut ketika ini sanggup dikarenakan beberapa lantaran contohnya ingin telihat lebih cantik, atau impian untuk memanjangkan rambut dikarenakan rambut yang orisinil hilang atau rontok lantaran adanya suatu penyakit. (baca dongeng rujukan Nabi Muhammad SAW)

Dasar Hukum Menyambung Rambut

Adapun wacana menyambung rambut ini tercatum dalam beberapa hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan sebagai berikut

Larangan menyambung rambut

Rasulullah SAW menyebutkan dalam hadits bahwa menyambung rambut ialah suatu perbuatan yang terlarang dalam islam dan perempuan dialarang menyambung rambutnya dengan apapun juga termasuk dengan menggunakan rambut insan maupun rambut sintetis atau buatan, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini yang diriwayatkan oleh Jabir RA :

“Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melarang seorang perempuan menyambung rambut kepala apapun

Laknat Allah pada mereka yang menyambung rambut

Dalam hadits lainnya Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Allah melaknat mereka yang menyambung rambutnya. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA  berikut ini

“Allah SWT melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang minta disambung rambutnya” [HR. Bukhari]

Rasul tidak menyukai perempuan yang menyambung rambutnya

Diriwayatkan dalam suatu hadits bahwa Asma binti bubuk bakar berkata

“Sesungguhnya tiba perempuan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, kemudian perempuan itu berkata: sebetulnya saya akan menikahkan anak perempuanku, kemudian dia terkena penyakit panas, kemudian rambutnya rontok, dan (calon) suaminya memintaku untuk bertemu dengannya. Apakah saya boleh menyambung rambut kepalanya? Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengumpat (melaknat) perempuan yang menyambung rambutnya dan perempuan yang diminta disambung rambutnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Bani Israil hancur ketika wanitanya menyambung rambut

dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Humaid bin Abdurrahman disebutkan bahwa

“Sesungguhnya ia mendengar Muawiyah bin Abu Sufyan didalam tahun haji, di atas mimbar, kemudian ia mengambil sepotong rambut yang berada ditangan pengawalnya, kemudian ia berkata: Dimanakah Ulama kalian? Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mencegah dari semisal ini, dan dia (Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) bersabda: Sesungguhnya Bani Israil binasa ketika wanitanya memakainya.” [HR. Bukhari: 3281 dan Muslim: 212]

Dari beberapa dalil diatas maka sanggup kita simpulkan bahwa islam melarang umatnya khususnya kaum perempuan untuk memanjangkan rambutnya dengan cara menyambungnya dengan rambut orang lain atau dengan materi yang menyerupai rambut manusia.

Tag :hukum menyambung rambut, hukum menyambung rambut rumaysho, hukum menyambung rambut dan bulu mata, hukum menyambung rambut bagi laki laki, hukum menyambung rambut gimbal, hukum menyambung rambut dan alis, hukum menyambung rambut dan sulam alis.